Senin, 29 April 2019

#Ayo Hijrah Bersama Baitul Jariyah Bank Muamalat


#Ayo Hijrah Bersama Baitul Jariyah Bank Muamalat

                Hijrah saya berawal dari sebuah pertemanan yang mengajarkan saya bahwa pentingnya mengajarkan ilmu yang kita peroleh pada orang lain. Dia adalah teman satu kelas saya saat ini, kami sering mengikuti pengabdian masyarakat dan kegiatan sosial lainnya.
            Kami memiliki seorang guru yang kami sebut dengan nama “murobbi”. Ia adalah guru yang sangat kami hormati layaknya seorang guru dan sahabat. Rutinitas kami adalah mengadakan pengajian setiap minggunya. Dalam syarahannya ia menyampaikan bahwa ada 3 amalan yang tidak akan putus mengalir sampai pada hari kiamat: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak sholeh yang mendo’akan kedua orangtuanya (H.R Muslim)
            Ayo hijrah merupakan suatu bentuk narasi yang bertujuan untuk mengajak masyarakat luas khususnya masyarakat muslim Indonesia untuk merubah diri menjadi lebih baik, dengan menggunakan segala fasilitas yang tetap berdiri pada nilai-nilai syariah. Sehingga memberikan ketenangan, siap, dan giat mempersiapkan diri sukses dunia dan akhirat, bahwa sukses dunia saja tidak cukup sebab dunia hanyalah tempat persinggahan yang sementara.
Apa itu bank muamalat Indonesia?
            Perlu kita ketahui bahwa bank muamalat Indonesia adalah bank umum pertama di Indonesia yang menerapkan prinsip syariah islam dalam menjalankan operasionalnya. Bank muamalat sendiri didirikan pada 1 November 1991, yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Indonesia. Mulai beroperasi pada tahun 1992, yang didukung oleh cendekiawan Muslim dan pengusaha, serta masyarakat luas. Pada tahun 1994, telah menjadi bank devisa. Nama Muamalat sendiri diambil dari istilah fiqih yang berarti hukum yang mengatur hubungan antarmanusia. Dimana bank Muamalat telah membuka pintu kepada masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan bank syariah. Kehadiran Bank Muamalat tidak hanya untuk memposisikan sebagai bank pertama murni syariah, namun dilengkapi dengan keunggulan jaringan Real Time on Line terluas di Indonesia. Saat ini Bank Muamalat memberikan layanan melalui 312 gerai yang tersebar di 33 provinsi, didukung jaringan lebih dari 3.800 Kantor Pos Online/SOPP di seluruh Indonesia, serta merupakan satu-satunya bank syariah yang telah membuka cabang luar negeri, yaitu di Kuala LumpurMalaysia.
Bagaimana sih cara kerja Bank muamalat Indonesia?
            Cara kerja bank muamalat adalah sengan menawarkan Produk pendanaan yang ada dengan menggunakan prinsip Wadiah (titipan) dan Mudharabah (bagi-hasil). Sedangkan penanaman dananya menggunakan prinsip jual beli, bagi-hasil, dan sewa.
Solusi #AyoHijrah bersama Baitul Jariyah
             Dengan adanya program Baytul Jariyah Bank muamalat dengan metode ODOS (One Day One Sedekah jariyah) bahwa apabila mereka menabung, bekerjasama, melakukan pemijaman dengan prinsip-prinsip yang digunakan oleh bank muamalat. Setiap mereka melakukan transaksi, ada pengelolaan dana yang mereka alihkan untuk sedekah jariyah  (pembangunan masjid, rumah tahfidz, pondok pesantren, jembatan di daerah 3T terpencil, terluar, dan tertinggal). Kemudian hal ini lah yang menjadi branding dan solusi agar masyarakat #BeraniHijrah bahwa menabung di bank syariah selain mendapat keuntungan dunia masyarakat juga mendapatkan tabungan akhirat. Dengan jargon

Transaksi Dunia Aman, Tabungan Akhirat Lancar.



Gambar 1. Pembangunan pondok pesantren


Gambar 2. Pembangunan masjid


Daftar Pustaka




Kamis, 01 November 2018


SOSIOLOGI KEHUTANAN MASYARAKAT SEKITAR HUTAN

Dosen Penanggungjawab :

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si


Oleh:

Ikhlasul Al Musayyin Asfa

161201016
HUT 4A


















DEPARTEMEN KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM
FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2018
BAB I

PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
            Masyarakat dalam istilah bahasa Inggris adalah society yang berasal dari kata Latin socius yang berarti (kawan). Istilah masyarakat berasal dari kata bahasa Arab syaraka yang berarti (ikut serta dan berpartisipasi). Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul, dalam istilah ilmiah adalah saling berinteraksi. Suatu kesatuan manusia dapat mempunyai prasarana melalui warga-warganya dapat saling berinteraksi. Definisi lain, masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Kontinuitas merupakan kesatuan masyarakat yang memiliki keempat ciri yaitu: 1) Interaksi antar warga-warganya, 2). Adat istiadat, 3) Kontinuitas waktu, 4) Rasa identitas kuat yang mengikat semua warga (Koentjaraningrat, 2009).
            Menurut Sardjono (1998) pengertian masyarakat sekitar hutan lebih ditekankan pada sekelompok orang yang secara turun temurun bertempat tinggal di dalam/di sekitar hutan dan kehidupan serta penghidupannya (mutlak) bergantung pada hasil hutan dan/atau lahan hutan. Sekelompok orang tersebut dalam konteks yang lebih spesifik (dikaitkan dengan nilai kearifan terhadap sumberdaya hutan yang ada) disebut sebagai masyarakat tradisionaln dan dari sisi kepentingan yang lebih luas (pembangunan daerah) lebih sering diistilahkan sebagai masyarakat lokal. Lebih jauh, kesejahteraan masyarakat desa hutan bukan hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi melainkan juga dari solidaritas sosial warganya yang tinggi sehingga mampu mengembangkan kerjasama spontan untuk kepentingan bersama. Masyarakat desa hutan yang sejahtera adalah masyarakat yang mandiri dan mampu berfungsi memelihara ketertiban sosial dan kelestarian lingkungannya.
            Sosiologi merupakan ilmu yang muncul jauh setelah kehadiran ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial lainnya. Meskipun pertanyaan mengenai perubahan di masyarakat sudah ada ratusan tahun sebelum masehi, namun sosiologi dalam pengertian sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat baru lahir belasan abad kemudian. Awalnya, semua pengetahuan manusia jadi satu dalam filsafat, tapi sejalan waktu terjadi spesialisasi, filsafat membentuk beberapa cabang ilmu seperti astronomi, fisika, kimia, biologi, dan geologi, sedang filsafat kejiwaan dan filsafat sosial berkembang menjadi psikologi dan sosiologi. Menurut Pitirim sorokim seorang ahli sosiologi sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

1.2   Rumusan Masalah
1.      Apa saja nilai masyarakat sekitar hutan
2.      Bagaimana sistem sosial masyarakat sekitar hutan
3.      Bagaimana interaksi masyarakat sekitar hutan
4.      Bagaimana perilaku masyarakat sekitar hutan
5.      Bagaimana struktur masyarakat sekitar hutan
6.      Bagaimana perubahan sosial masyarakat sekitar hutan
1.3   Tujuan
1.      Untuk mengetahui nilai-nilai masyarakat sekitar hutan
2.      Untuk mengetahui sistem sosial masyarakat sekitar hutan
3.      Untuk mengetahui interaksi masyarakat sekitar hutan
4.      Untuk mengetahui perilaku masyarakat sekitar hutan
5.      Untuk mengetahui struktur masyarakat sekitar hutan



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 nilai-nilai masyarakat sekitar hutan
            Nilai-nilai yang ada pada masyarkat sekitar hutan tidak berbeda dari nilai-nilai masyarakat yang ada di perkotaan. Karena nilai yang ada pada masyarakat secara alami telah ada pada diri manusia itu sendiri baik yang telah ada maupun secara kesepakatan bersama. Adapun nilai-nilai masyrakat sekitar hutan ialah sebagai berikut:
v  Nilai Yang Bersumber Dari Tuhan
Sumber sosial berasal dari tuhan disebut nilai theonom nilai ini biasanya diketahui melalui ajaran agama yang ditulis dalam kitab suci. Setiap ajaran agama, mengajarkan nilai kebaikan yang dapat memberikan pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku menuju yang benar. Nilai agama diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan sebagai ibadah kepada tuhan.
v  Nilai Yang Bersumber Dari Individu
Dalam kenyataannya, nilai sosial yang berasal dari individu sering ditularkan dengan cara member contoh perilaku yang sesuai dengan nilai yang dimaksud. Nilai yang berasal dai individu disebut nilai otonom.
v  Nilai Yang Bersumber Dari Masyarakat
Masyarakat menepakati sesuatu hal dianggap baik dan luhru, kemudian menjadikannya sebagai suatu pedoman dalam bertingkah laku. Nilai yang berasal dari hasil kesepakatan banyak orang disebut heteronom.
Nilai-nilai yang ada dan berlaku di masyarakat bermacam-macam. Ditinjau dari penilaiannya, nilai terdiri dari :
v  Nilai Etika
Nilai etika digunakan untuk menentukan baik atau buruk suatu perbuatan atau tingkah laku seseorang. Nilai estetika merupakan nilai untuk manusia sebagai pribadi yang utuh seperti kejujuran. Nilai ini berkaitan dengan benar dan salah yang dianut oleh golongan atau masyarakat. Nilai etika sering disebut sebgai nilai moral, akhlak, dan budi pekerti.

v  Nilai Agama
Nilai agama digunakan untuk menilai hubungan manusia dengan tuhan, nilai agama sifatnya mutlak dan berasal dari hidayah yang diberikan tuhan kepada kita. Nilai ini memberikan petunjuk kepada kita tentang cara menjalani kehidupan, kaitannya dengan perintah dal larangan-Nya.
v  Nilai Estetika
Nilai estetika digunakan untuk menilai keindahan, kaitannya dengan bagus atau jelek. Nilai estetika atau nilai keindahan sering dikaitkan dengan benda, orang, dan peristiwa yang dapat menyenangkan hati. Nilai estetika juga dikaitkan dengan karya seni. Walaupun demikian, nilai estetika sebuah seni bergantung pada selera dan pandangan masing-masing.
v  Nilai Sosial
Nilai sosial digunakan untuk menentukan kualitas hubungan antar manusia dalam lingkungan masyarakat. Nilai ini terkait dengan bagaimana sikap dan tindakan kita terhadap orang lain di lingkungan sekitar.
2.2 sistem sosial masyarakat sekitar hutan
            Seorang ahli sosiolagi yaitu Talcott Parsons, mendeskripsikan sistem sosial sebagai berikut: ”Sistem sosial terdiri dari keragaman aktor individual yang berinteraksi satu sama lain dalam situasi sosial yang setidaknya berada dalam lingkungan atau ruang fisik, dimana aktor tersebut memiliki motivasi untuk cenderung mengoptimalkan gratifikasi, dan relasinya terhadap situasi dan aktor lain berlangsung dalam sebuah sistem yang melibatkan simbol-simbol yang secara kultural terstruktur”.
            Pranata (sistem) sosial adalah sesuatu yang besifat konsepsional, artinya bahwa eksistensinya hanya dapat di tangkap dan di pahami melalui sarana pikor dan hanya dapat di bayangkan dalam imajinasi sebagai suatu konsep atau konstruksi pikor. Menurut Koentjaraningrat (1979) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan pranata (sistem) sosial adalah sistem yang menjadi wahana yag memungkinkan warga masyarakat itu untuk berinteraksi menururt pola-pola resmi atau suatu sistem tat kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
·         Tujuan dan fungsi pranata sosial
Diciptakan pranta sosial pada dasarnya mempunyai maksud serta tujuan yang secara prinsipil tidak berbeda dengan norma-norma sosial, karena pranata sosial sebenarnya memang produk dar norma sosial.
·         Tipe-tipe pranata sosial
1.      tingkat kompleksivitas penyebarannya.
Dengan mendasarkan diri pada tingkat kompleksitas penyebarannya itu maka pranata sosial di kategorikan sebagai general sosial yang bersifat universal dengan demikian pranata sosial mempunyai nilai tinggi dalam kehidupan masyarakat terutama untu kelangsungan hidupya. Dan restricted sosial mempunyai corak yang khas dalam kehidupan masyarakat dipengaruhi oleh sifat pranat sosial.
2.      Orientasi nilainya
Berdasrakan kaidah sosial yang mempunyai arti penting dalam kehidupan masyarakat berdasarkan basic sosial dan subsidiary sosial.
2.3 interaksi masyarakat sekitar hutan
            Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Ada aksi dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Individu vs individu. Individu vs kelompok. Kelompok vs kelompok. Dalam interaksi sosial terjadi kontak sosial Kontak sosial dapat berupa kontak primer dan kontak sekunder. Sedangkan komunikasi sosial dapat secara langsung maupun tidak langsung. Interaksi sosial secara langsung apabila tanpa melalui perantara. Menurut Sawitri et al (2011) Interaksi masyarakat etnis Jawa de-ngan lingkungan biofisik yang ada di se-kitarnya cukup erat, hal ini terlihat dari pembukaan lahan garapan, intensitas sistem budidaya tanaman, jenis tanaman, dan pola tanam yang diterapkan di kawasan dan daerah penyangga TNK. Di-samping untuk mendapatkan lahan garapan, masyarakat juga memanfaatkan jenis pohon yang ditemukan di kawasan untuk bahan bangunan, kapal dan kayu bakar. Jenis jamur dan beberapa jenis satwaliar seperi babi hutan dimanfaatkan untuk dikonsumsi. Babi butan selain dikonsumsi juga digunakan untuk sesajen.
2.4 perilaku masyarakat sekitar hutan
            Perilaku sosial adalah suasana saling ketergantungan yang merupakan  keharusan untuk menjamin keberadaan manusia. Sebagai bukti bahwa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup sebagai diri pribadi tidak dapat melakukannya sendiri melainkan memerlukan bantuan dari orang lain. Ada ikatan saling ketergantungan diantara satu orang  dengan yang lainnya.  Artinya bahwa kelangsungan  hidup manusia berlangsung dalam  suasana saling mendukung  dalam kebersamaan. Untuk itu manusia dituntut  mampu bekerja sama, saling menghormati, tidak menggangu hak orang lain, toleran dalam hidup bermasyarakat.
Menurut Kartasubrata (1986) dalamGiyanto (2006), tekanan dan gangguan dari masyarakat desa sekitar hutan disebabkan sifat ketergantungan masyarakat desa sekitar hutan terhadap produk hasil hutan yang sangat tinggi. Tuntutan masyarakat terhadap hutan tidak hanya sekedar memberikan ruang atau lahan tani,
tetapi hutan dapat memberikan manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh masyarakat terutama sumber perolehan pendapatan dan kesempatan kerja. Oleh karena itu, masyarakat sekitar hutan tetap mengharapkan kegiatan dari sumberdaya hutan dapat menjadi salah satu bentuk ekonomi utama
2.5 struktur masyarakat sekitar hutan
            Struktur sosial dapat diartikan sebagai pokok-pokok atau kaidah-kaidah sosial yang mengikat (norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok sosial dan diantaranya ialah struktur sosial. Struktur sosial dapat diartikan sebagai perbedaan antara anggota masyarakat berdasarkan status yang dimilikinya dan status yang diperolehnya, pembedaan/pengelompokan penduduk dalam suatu masyarakatkedalam kelas-kelas yang bertingkat, kelas tinggi, menengah dan rendah. Yang membedakanya itu dari sesuatu yang berharga dapat berupa benda ekonomis dan nonekonomis, pemilik tanah, rumah, mobil, deposito dan lain-lain,  akan tetapi kekuasaan , ilmu, pengetahuan, kesalehan dalam beragama, keturunan keluarga terhormat adalah benda-benda yang sangat terjaga dikalangan masyarakat sekitar daerah tersebut.
2.6 perubahan sosial masyarakat sekitar hutan
            Perubahan sosisal adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat,yang mempengaruhi sistem sosialnya. Tekanan pada defenisi tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainya, perubahan sosial menyangkut dua dimensi,  menyangkut hubungan antar individu dan pola hubungan termasuk didalamnya mengenai status, integrasi, dan peranan, kekuasaan, otoritas dan sebagainya. Perubahan sosial dapat dilihat dari kurun waktu tertentu, namaun perubahan itu ada yang berlangsung cepat dan ada pula berlangsung lama.
            Pengertian tentang perubahan sosial, ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang materil maupun nonmateril, penekananya adalah pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap immaterial. Perubahan sosial diartikan sebagai perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat. Untuk mempelajari perubahan pada masyarakat, perluh diketahui sebab-sebab yang terjadi sebelumnya di masyarakat, apabila diteliti, mungkin karena adanya sesuatu mungkin yang dianggap tidak lagi memuaskan. Bisa jadi juga dipengaruhi faktor luar dan faktor dalam sekitar lingkungan masyarakat yang menyebabkan terjadinya perubahan di masyarakakt.  


  
DAFTAR PUSTAKA

http://eprints.uny.ac.id/8538/3/BAB%202%20-%2008401244022.pdf diakses pada tanggal 01 Oktober 2018 pukul [12:45].
https://id.wikipedia.org/wiki/Definisi_Sosiologi diakses pada tanggal 01 Oktober 2018 pukul [12:45].
https://ultimatesammy.wordpress.com/2013/03/25/nilai-nilai-di-masyarakat diakses pada tanggal 01 Oktober 2018 pukul [13.03].

Andri. 2002. Kelola Hutan Bersama Masyarakat. www.Aphi-pusat.net. 01 Oktober 2018.

Sardjono, M.A. 1998. Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Kawasan Hutan di Kaltim: Analisis Krisis Implementasi dan Perspektif ke Depan. Lokakarya Perimbangan Keuangan Pusat-Daerah. Samarinda 21-22 Oktober 1998.

Sawitri S., Suharti S., Karlina E. 2011. Interaksi Masyarakat Dengan Hutan Dan Lingkungan Sekitarnya Di Kawasan Dan Daerah Penyangga Taman Nasional Kutai. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam Vol. 8 No. 2 : 129-142.



Rabu, 11 April 2018

esdh minyak nilam


PEMANFAATAN MINYAK NILAM (Pogosteron cablin benth) SEBAGAI PARFUM

Dosen Penanggungjawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si

Oleh:
Ikhlasul Al Musayyin Asfa
161201016
HUT 4A





PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2018








BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang           
Istilah  ‘ekonomi’  berasal  dari  bahasa  Yunani  asal  kata  ‘oikosnamos’  atau  oikonomia’ yang  artinya  ‘manajemen urusan rumah tangga’, khususnya    penyediaan  dan  administrasi  pendapatan.  (Sastradipoera,  2001:  4).  Namun    sejak perolehan maupun penggunaan kekayaan sumberdaya secara  fundamental  perlu  diadakan    efesiensi  termasuk  pekerja  dan produksinya,  maka  dalam  bahasa  modern  istilah  ‘ekonomi’  tersebut  menunjuk  terhadap  prinsip  usaha  maupun  metode  untuk mencapai tujuan dengan alat=alat sesedikit mungkin. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa definisi tentang ilmu ekonomi
( Word press, 2012).
Sumberdaya hutan (SDH) Indonesia menghasilkan berbagai manfaat yang dapat dirasakan pada tingkatan lokal, nasional, maupun global. Manfaat tersebut terdiri atas manfaat nyata yang terukur (tangible) berupa hasil hutan kayu, hasil hutan non kayu seperti rotan, bambu, damar dan lain-lain, serta manfaat tidak terukur (intangible) berupa manfaat perlindungan lingkungan, keragaman genetik dan lain-lain. Saat ini berbagai manfaat yang dihasilkan tersebut masih dinilai secara rendah sehingga menimbulkan terjadinya eksploitasi SDH yang berlebih. Hal tersebut disebabkan karena masih banyak pihak yang belum memahami nilai dari berbagai manfaat SDH secara komperehensif. Untuk memahami manfaat dari SDH tersebut perlu dilakukan penilaian terhadap semua manfaat yang dihasilkan SDH ini. Penilaian sendiri merupakan upaya untuk menentukan nilai atau manfaat dari suatu barang atau jasa untuk kepentingan manusia(Nurfatriani, 2006).
Minyak nilam adalah minyak atsiri yang diperoleh dari daun nilam (Pogostemon cablin Benth) dengan cara penyulingan atau ekstraksi. Meskipun tidak banyak dikonsumsi di dalam negeri, minyak nilam merupakan salah satu komoditas minyak atsiri andalan Indonesia yang sangat prospektif mengingat industri farmasi, pangan, parfum, sabun, kosmetik membutuhkannya secara sinambung. Kebutuhan minyak nilam dunia rata-rata berkisar antara 1500-2000 ton/tahun dan diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan kenaikan konsumsi terhadap produk komestik, parfum, serta sabun wangi dan bahkan telah berkembang ke produk tembakau dan minyak rambut. Keunggulan minyak nilam adalah mampu membentuk aroma yang harmonis dalam suatu campuran, bahkan minyak nilam sebetulnya telah dapat dikatakan sebagai parfum1 . Dalam industri farmasi minyak nilam dimanfaatkan sebagai obat-obatan yang berfungsi anti inflamantori, anti depresi, divertik, antifungal dan antibakteri (Harimurti, dkk, 2012).
1.2 Rumusan Masalah
1.      Apa deskripsi dari tanaman minyak nilam ?
2.      Bagaimana minyak nilam  sebagai bahan parfum ?
3.      Apa nilai ekonomi minyak nilam sebagai parfum ?
1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui deskripsi dari tanaman minyak nilam.
2.      Untuk mengetahui minyak nilam sebagai parfum.
3.      Untuk mengetahui nilai ekonomi minyak nilam sebagai .


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Deskripsi Minyak Nilam
                Menurut beberapa informasi tanaman nilam masuk ke Indonesia pada tahun 1895, pertama kali dibudidayakan di daerah Tapak Tuan (Aceh) yang kemudian menyebar ke daerah pantai timur Sumatera. Sebelum perang dunia II, Indonesia mampu menghasilkan 80 - 90% minyak nilam yang hampir memenuhi kebutuhan dunia. Minyak nilam tersebut sebagian besar (lebih dari 80%) diproduksi dari Daerah Istimewa Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Daerah lain yang menghasilkan minyak nilam adalah Bengkulu, Lampung dan sekarang berkembang pesat di Jawa dan daerah Indonesia Bagian Timur, seperti Kalimantan dan Sulawesi.
Nilam merupakan tumbuhan tropik yang termasuk dalam famili labiatae, klas Angiospermae dan devisi Spermatophyta. Tanaman nilam merupakan jenis tanaman berakar serabut, bentuk daun bervariasi dari bulat hingga lonjong dan batangnya berkayu dengan diameter berkisar antara 10 - 20 mm. Sistem percabangan banyak dan bertingkat mengelilingi batang antara (3 - 5 cabang per tingkat). Setelah tanaman berumur 6 bulan, tingginya dapat mencapai 1 meter dengan radius cabang selebar kurang lebih 60 cm. Di alam bebas, tanaman ini tumbuh secara tidak teratur dan cenderung mengarah ke datangnya sinar matahari, namun di kebun tanaman nilam tumbuhnya tegak ke atas atau merumpun pendek bila diberi penegak bambu.
Klasifikasi minyak nilam
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Spermatophyta
Kelas               : Angiospermae
Ordo                : Lamiales
Famili              : Labiateae
Genus              : Pogostermon
Spesies            : Pogosteron cablin benth
2.2 Potensi minyak nilam  sebagai bahan parfum
Minyak atsiri sebagai bahan baku penambah aroma, parfum dan farmasi memang banyak diminta. Menurut Data Badan Pengembangan Ekspor Nasional pada tahun 2002 rata-rata ekspor minyak atsiri untuk 5 (lima) tahun terakhir mencapai US$ 51,9 juta dengan 77 negara tujuan ekspor. Singapura dan Amerika Serikat adalah penyerap tersebar ekspor minyak atsiri Indonesia masing-masing adalah penyumbang devisa negara US$ 20 per tahun dan US$ 10 juta per tahun. Dari ekspor tersebut minyak nilam mempunyai permintaan sebesar 60 % Nilam termasuk komoditas unggulan nasional dengan luas 9.600 ha dan produksi sebesar 2.100 ton minyak. Berdasarkan data yang diberikan oleh seorang eksportir minyak nilam, kebutuhan minyak nilam dunia berkisar antara 1.100-1.200 ton/ tahun, sedangkan pasokan ini dapat dihasilkan minyak nilam melalui penyulingan daun dan tangkai daun.
Budi daya dan produksi pengolahan minyak nilam di Indonesia umumnya dilakukan petani dan agroindustri penyulingan nilam yang menggunakan teknologi yang masih tradisional dan memiliki keterbatasan di bidang pengetahuan ekstraksi minyak nilam sehingga pengawasan terhadap mutunya sangat kurang diperhatikan. Selain itu, masalah lain yang mereka hadapi adalah masalah permodalan, baik dalam budi daya tanaman nilam maupun pengolahannya. Sebagian besar minyak nilam dihasilkan dari penyulingan yang masih menggunakan ketel penyuling terbuat dari logam besi, sehingga warnanya keruh dan gelap. Keadaan tersebut menyebabkan minyak tersebut sulit diterima dalam perdagangan dan harganya lebih rendah. Menurut Ma’mun (2008) minyak yang keruh dan gelap disebabkan karena kontaminasi dari logam besi dapat dimurnikan dengan cara kompleksometri, yaitu pengikatan logam menggunakan bahan kimia yang disebut bahan pengkelat (chelating agent)
2.3 Apa nilai ekonomi minyak nilam sebagai parfum
            Minyak atsiri merupakan salah satu produksi agro industri yang memiliki prospek cerah untuk dikembangkan. Saat ini terdapat 70 jenis minyak atsiri yang diperdagangkan dipasar dunia dan Indonesia mempunyai 40 jenis tanaman penghasil minyak atsiri, tetapi hanya 14 jenis yang memiliki peranan nyata sebagai komoditas ekspor (Hetik, dkk. 2013). Minyak atsiri yang disebut juga minyak esteris atau minyak terbang banyak diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Minyak atsiri banyak digunakan sebagai bahan pengharum atau pewangi pada makanan, sabun, pasta gigi wangi-wangi dan obat-obatan. Minyak atsiri sebagian besar diambil dari berbagai jenis tanaman penghasil minyak atsiri, salah satunya minyak nilam (pogostemon cablin benth).
Peluang pasar ekspor minyak atsiri masih sangat terbuka lebar. Industri yang memerlukan minyak atsiri sebagai bahan bakunya sangat banyak dan bergam, mulai dari industri parfum sampai usaha aromaterapi. Namun, untuk memenuhi pasar dalam negeri yang terus meningkat, Indonesia melakukan impor yang tergolong cukup besar. Besarnya nilai impor minyak atsiri menunjukkan bahwa potensi pasar dalam negeri masih sangat terbuka. Hingga saat ini, masih banyak bahan-bahan yang mengandung minyak atsiri diperdagangkan dalam bentuk segar dengan harganya yang murah. Melalui teknologi penyulingan, bahan-bahan tersebut dapat diolah menjadi minyak atsiri dan dijual dengan harga yang mahal.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik tahun 2010 yang diolah kembali oleh majalah Trubus, harga daun nilam kering di tingkat petani adalah Rp.4.000,-/kg, dan setelah menjadi minyak harganya menjadi Rp.350.000,-/kg. sementara itu harga buah pala kering adalah Rp.52.500,-/kg dan harga minyaknya menjadi Rp.570.000,-/kg. Kayu manis yang hanya seharga Rp.3.000,-/kg, jika sudah menjadi minyak harganya mencapai Rp.1.000.000,-/kg. Sehingga minyak nilam sangat bagus untuk dikembangkan sebagai salah satu produksi ekspor pertanian Indonesia terbesar.

                                                                          

                                                               

                                                               BAB III
KESIMPULAN
3.1 Kesimpulan
1.             Minyak nilam Merupakan Hasil hutan bukankayu yang  bernilai komersial tinggi dengan nama latin Pogosteron cablin benth.
2.             Minyak nilam  dapat dibuat menjadi beberapa produk turunan salah satunya ialah sebagai parfum.
3.             Minyak nilam memiliki nilai ekonomi yang tinggi mencapai 2000 ton pertahun. 

DAFTAR PUSTAKA

Nurfatriani F. 2006. Konsep Nilai Ekonomi Total Dan Metode Penilaian Sumberdaya Hutan. 3 (1) : 1-2.
Suprijono., A , Gunawan., Y , Wulan., A.H. 2008. MINYAK NILAM
            (Patchouli alcohol) SEBAGAI           ANTIOKSIDAN DENGAN METODE       DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). STIF. Semarang.
Niken Harimurti , Tatang H Soerawidjaja., N  , Sumangat., D dan Risfaheri. 2012.                                            EKSTRAKSI MINYAK NILAM            (Pogostemon Cablin BENTH) DENGAN                                TEKNIK HIDRODIFUSI PADA          TEKANAN 1 – 3 BAR. ITB., Bandung.
Word press. 2012. Ilmu Ekonomi. Bogor.


#Ayo Hijrah Bersama Baitul Jariyah Bank Muamalat #Ayo Hijrah Bersama Baitul Jariyah Bank Muamalat                 Hijrah saya bera...